Kader PSI dan Pengacara Riyan Permana Putra: Kesaktian Pancasila Harus Tercermin dalam Keadilan di Lapas

BUKITTINGGI — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Barat dan Ketua Umum Dunsanak Jokowi sekaligus pengacara Dr. (c). Riyan Permana Putra, S.H., M.H. menyampaikan ucapan Selamat Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati pada 1 Oktober 2026.

Riyan mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam penegakan hukum dan sistem pemasyarakatan.

“Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026. Pancasila harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. Nilai keadilan itu juga harus terasa di dalam lembaga pemasyarakatan,” ujar Riyan.

Menurut Riyan, sebagai pengacara dirinya memandang prinsip persamaan di hadapan hukum harus diwujudkan dalam setiap proses penegakan hukum, termasuk terhadap warga binaan pemasyarakatan.

“Kalau seseorang sudah menjalani pidana di dalam lapas, maka perlakuan dan pembinaannya harus berdasarkan aturan. Jangan sampai ada kesan bahwa warga binaan yang memiliki uang atau akses tertentu mendapatkan fasilitas berbeda dengan warga binaan lainnya,” katanya.

Riyan juga menyoroti temuan Ombudsman RI dalam inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menemukan adanya fasilitas yang disebut menyerupai hunian atau klaster mewah dan tidak sesuai dengan ketentuan pemasyarakatan.

“Temuan seperti di Cibinong harus menjadi bahan evaluasi serius. Jangan sampai ada kelas-kelas dalam penerapan hukum di dalam lapas. Keadilan harus berlaku bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan kemampuan ekonomi maupun status sosial.”

Ia menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat reformasi hukum dan pemasyarakatan.

“Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Sila Keadilan Sosial harus diwujudkan dalam praktik. Negara harus memastikan setiap warga binaan diperlakukan secara manusiawi, adil dan sesuai aturan.”

Riyan berharap temuan di Cibinong ditindaklanjuti secara transparan dan menjadi evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di lembaga pemasyarakatan lainnya.

“Pancasila adalah pemersatu bangsa. Karena itu, keadilan juga harus dirasakan semua orang, termasuk warga binaan. Tidak boleh ada perlakuan istimewa hanya karena seseorang memiliki uang, jabatan atau akses. Hukum harus berdiri untuk semua.”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *